Pelajari tips memenangkan tender, analisis pasar pengadaan, dan update terbaru seputar ekosistem tender Indonesia.
SiRUP 24 Juni 2026 catat 7.270 paket Rp 2,76 triliun. Kementerian Kesehatan pimpin dengan 285 paket Rp 287,72 miliar. Kabupaten Kudus mengejutkan di posisi dua dengan Rp 262,81 miliar.
Pengadaan Langsung 23 Juni 2026: 1.826 paket Rp 527,29 miliar. Jasa Lainnya catat lonjakan nilai Rp 236,53 miliar dari hanya 164 paket — rata-rata Rp 1,44 miliar per paket, jauh di atas normal.
E-Katalog V6 tanggal 23 Juni 2026 catat rekor 13.464 transaksi senilai Rp 1,66 triliun, naik 26x dari hari sebelumnya. Kementerian Pertanian dominasi dengan Rp 410,18 miliar dari 80 paket.
SiRUP 23 Juni 2026 catat rekor volume 7.815 paket senilai Rp 2,79 triliun. Provinsi Banten mengejutkan dengan 1.343 paket Rp 363,76 miliar, mendominasi di antara kementerian-kementerian pusat.
Pada 23 Juni 2026, 409 paket tender senilai Rp 1,29 triliun ditayangkan — naik 138% dari hari sebelumnya. SPSE Nasional pimpin dengan 71 paket, konstruksi dominasi 88,9% nilai total.
Pada 22 Juni 2026, 2.008 paket Pengadaan Langsung senilai Rp 355,84 miliar tercatat. Konstruksi dominasi 42,4% volume dan 58,3% nilai. Rata-rata per paket Rp 177,2 juta mendekati batas maksimum.
E-Katalog V6 tanggal 22 Juni 2026 mencatat 1.520 transaksi senilai Rp 62,64 miliar. Provinsi Papua Tengah pembeli terbesar (Rp 5,30 miliar), sementara Kemenhan dominasi volume dengan 237 paket.
Pada 22 Juni 2026, sebanyak 172 paket tender senilai Rp 490,96 miliar ditayangkan. Pekerjaan Konstruksi dominasi 66,3% volume, LPSE Kemendikbud paling aktif dengan 19 paket Rp 123 miliar.
Pada 22 Juni 2026, SiRUP mencatat 7.099 paket pengadaan senilai Rp 3,83 triliun. Kemkominfo memimpin dengan Rp 1,16 triliun dari 33 paket, didominasi E-Purchasing 63,7% dari total nilai.