auto_stories Blog Terbaru

E-Katalog V6 24 Juni 2026: 11.311 Transaksi Rp 1,01 Triliun, Kementan dan DKI Bersaing Ketat

M
Mimin TenderID
calendar_today 24 Jun 2026
schedule 4 menit baca
E-Katalog V6 24 Juni 2026: 11.311 Transaksi Rp 1,01 Triliun, Kementan dan DKI Bersaing Ketat
Gambar hanya sebagai ilustrasi

Rabu 24 Juni: 11.311 Transaksi E-Katalog V6 Senilai Rp 1,01 Triliun

Platform E-Katalog V6 LKPP pada tanggal 24 Juni 2026 mencatat 11.311 transaksi dengan total nilai pelaksanaan mencapai Rp 1.014,67 miliar atau menembus Rp 1 triliun. Meskipun sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya (13.464 transaksi), angka ini tetap menunjukkan level aktivitas yang sangat tinggi dan mengonfirmasi bahwa platform E-Katalog telah memasuki fase aktivitas tinggi yang berkelanjutan selama periode pertengahan Juni 2026.

Nilai rata-rata per transaksi pada 24 Juni mencapai Rp 89,7 juta — lebih tinggi dari rata-rata 23 Juni (Rp 123,4 juta per transaksi dari nilai lebih besar). Perbedaan ini mengindikasikan bahwa distribusi nilai transaksi pada 24 Juni lebih merata, dengan lebih sedikit transaksi raksasa seperti yang terlihat dari Kementan pada hari sebelumnya.

Kementan dan DKI Jakarta: Persaingan Ketat di Puncak Tabel

Berbeda dari dominasi mutlak Kementan pada 23 Juni, tanggal 24 Juni menyaksikan persaingan lebih ketat di puncak tabel instansi pembeli E-Katalog. Kementerian Pertanian tetap di posisi teratas dengan 62 paket senilai Rp 81,53 miliar, sementara Provinsi DKI Jakarta menempel ketat di posisi dua dengan 387 paket senilai Rp 71,93 miliar. Jarak nilai antara peringkat pertama dan kedua jauh lebih tipis dibanding hari sebelumnya.

Bendahara Umum Negara (BUN) melalui Kementerian Keuangan masuk dalam daftar dengan 2 paket senilai Rp 60,19 miliar — rata-rata Rp 30 miliar per transaksi yang mengindikasikan pembelian aset atau instrumen keuangan berskala sangat besar. Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek (81 paket, Rp 35,83 miliar) dan Kementerian Kesehatan (282 paket, Rp 35,60 miliar) melengkapi jajaran top 5.

Kabupaten Berau, Jepara, dan Jembrana: Kabupaten Aktif Bermain Besar

Kemunculan tiga kabupaten dalam deretan top 10 — Berau (Rp 22,92 miliar), Jepara (Rp 22,53 miliar), dan Jembrana (Rp 19,81 miliar) — menggarisbawahi tren penting: pemerintah kabupaten semakin mampu dan aktif memanfaatkan platform E-Katalog V6 untuk pengadaan bernilai signifikan. Ini merupakan bukti nyata keberhasilan program digitalisasi pengadaan LKPP yang menjangkau level pemerintahan terkecil.

Kabupaten Berau di Kalimantan Timur dengan 9 paket senilai Rp 22,92 miliar menunjukkan kemampuan fiskal yang kuat, didukung oleh pendapatan dari sektor batubara. Kabupaten Jepara di Jawa Tengah (17 paket, Rp 22,53 miliar) dan Kabupaten Jembrana di Bali (48 paket, Rp 19,81 miliar) melengkapi gambaran distribusi pemanfaatan E-Katalog yang semakin merata dari Sabang sampai Merauke.

Analisis Tren Tiga Hari dan Proyeksi

Membandingkan tiga hari pertama data E-Katalog (22, 23, 24 Juni 2026) mengungkap pola yang sangat menarik. Dari Rp 62,64 miliar pada 22 Juni, melonjak ke Rp 1.661,91 miliar pada 23 Juni, kemudian sedikit turun ke Rp 1.014,67 miliar pada 24 Juni. Tren ini mengindikasikan bahwa 23 Juni adalah titik puncak gelombang pembelian yang kemudian mulai terkonsolidasi.

Namun yang lebih signifikan adalah bahwa level transaksi pada 24 Juni — meskipun turun dari puncak — masih berada di level Rp 1 triliun. Ini mengindikasikan bahwa demand belanja melalui E-Katalog tidak bersifat sementara atau episodik, melainkan mencerminkan perubahan struktural dalam pola belanja pemerintah yang semakin mengandalkan platform digital. Proyeksi untuk hari-hari berikutnya menunjukkan kemungkinan berlanjutnya level transaksi di atas Rp 1 triliun per hari hingga mendekati akhir semester.

Ingin menang tender dengan data?

Dapatkan monitoring SIRUP & Tender real-time hanya di TenderID.

Cek Paket Langganan rocket_launch
Bagikan: