auto_stories Blog Terbaru

Analisis Pengadaan Langsung 24 Agustus 2026: Dinamika 2.017 Paket Non-Tender Bernilai Rp 892,22 Miliar Didominasi Proyek Irigasi Kementerian PU

M
Mimin TenderID
calendar_today 24 Aug 2026
schedule 6 menit baca
Analisis Pengadaan Langsung 24 Agustus 2026: Dinamika 2.017 Paket Non-Tender Bernilai Rp 892,22 Miliar Didominasi Proyek Irigasi Kementerian PU
Gambar hanya sebagai ilustrasi

Ringkasan Eksekutif: Perputaran Kapital Non-Tender Menembus Angka Rp 892,22 Miliar

Pasar pengadaan non-tender dan Pengadaan Langsung (PL) yang tercatat pada portal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada tanggal 24 Agustus 2026 menunjukkan angka yang luar biasa masif. Tercatat sebanyak 2.017 paket pengadaan langsung baru yang dipublikasikan dengan total pagu anggaran mencapai Rp 892,22 miliar (Rp 892.216.047.963) dan total HPS terverifikasi sebesar Rp 796,65 miliar. Nilai pagu rata-rata tercatat berada pada angka Rp 442,35 juta per paket kegiatan.

Volume pengadaan langsung yang mencapai ribuan paket dalam kurun waktu satu hari membuktikan posisi krusial skema non-tender sebagai tulang punggung operasional dinas, percepatan rehabilitasi sarana sumber daya air, serta instrumen pemberdayaan ekonomi riil bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kontraktor skala kecil di seluruh pelosok Indonesia.

Kombinasi antara proyek pemeliharaan rutin dinas daerah dan program penunjukan paket rehabilitasi jaringan irigasi strategis oleh kementerian teknis menciptakan dinamika pasar yang sangat luas. Bagi para kontraktor lokal dan konsultan perorangan, segmen non-tender merupakan ladang pendapatan yang sangat likuid dengan siklus pembayaran termin yang relatif lebih cepat dibandingkan lelang umum jangka panjang.

Top 10 LPSE Berdasarkan Total Nilai Paket Pengadaan Langsung

Sebaran Alokasi Pagu Non-Tender per 24 Agustus 2026

Kementerian Pekerjaan Umum Menguasai 58,1% Total Pagu Pengadaan Langsung

Berdasarkan pemetaan unit layanan pengadaan, LPSE Kementerian Pekerjaan Umum memimpin secara mutlak dengan mengelola 49 paket non-tender dengan total alokasi pagu mencapai Rp 518,56 miliar. Porsi ini merepresentasikan 58,1% dari total nilai pengadaan langsung nasional pada tanggal 24 Agustus 2026, yang difokuskan pada penanganan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan sekunder di berbagai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Pada peringkat kedua, SPSE Nasional mencatatkan 61 paket senilai Rp 34,20 miliar, disusul oleh LPSE Provinsi DKI Jakarta dengan 33 paket bernilai Rp 30,56 miliar yang dialokasikan untuk pemeliharaan gedung pemerintahan dan fasilitas taman kota. LPSE Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatatkan belanja non-tender sebesar Rp 20,00 miliar dari 2 paket riset strategis.

Pada level pemerintah daerah luar Jawa, LPSE Kabupaten Balangan mencatatkan frekuensi paket terbanyak dengan 96 paket pekerjaan bernilai Rp 17,38 miliar, disusul LPSE Kabupaten Sanggau sebanyak 65 paket (Rp 10,26 miliar), LPSE Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 34 paket (Rp 7,61 miliar), dan LPSE Kabupaten Karawang sebanyak 34 paket (Rp 6,49 miliar). Pada tingkat kementerian pusat, Kementerian Perhubungan membukukan Rp 10,99 miliar (12 paket) dan Kementerian Pertanian sebesar Rp 9,64 miliar (12 paket).

Distribusi Paket PL Berdasarkan Jenis Pengadaan

Komposisi Sektor Pengadaan Langsung per 24 Agustus 2026

Konstruksi dan Konsultansi Supervisi Menguasai 78,5% Total Paket Non-Tender

Struktur jenis pengadaan non-tender pada rilis 24 Agustus 2026 menegaskan keterpaduan antara eksekusi fisik dan pengawasan teknis. Pekerjaan Konstruksi memimpin dengan 1.097 paket bernilai total Rp 693,44 miliar (77,7% dari total anggaran PL nasional).

Di posisi kedua, Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi mencatatkan sebanyak 487 paket dengan akumulasi nilai Rp 106,90 miliar. Tingginya jumlah paket konsultansi ini mencakup jasa pembuatan Detail Engineering Design (DED) saluran irigasi dan supervisi berkala pekerjaan lapangan.

Kategori lainnya meliputi Jasa Konsultansi Badan Usaha Non-Konstruksi sebanyak 125 paket (Rp 8,25 miliar), Jasa Lainnya sebanyak 123 paket (Rp 21,33 miliar), Pengadaan Barang sebanyak 109 paket (Rp 30,28 miliar), serta Jasa Konsultansi Perorangan (gabungan konstruksi dan non-konstruksi) sebanyak 76 paket dengan total nilai mencapai Rp 32,02 miliar.

Sorotan Paket Strategis: Penanganan Irigasi BBWS Sumatera VIII, Bengawan Solo, dan NT II

Kajian rincian paket menunjukkan bahwa konsentrasi nilai tertinggi pada pengadaan langsung tanggal ini bersumber dari program pemeliharaan jaringan irigasi kewenangan daerah yang didanai melalui penugasan Kementerian PU:

Paket terbesar adalah Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BBWS Sumatera VIII (Paket II) dengan nilai pagu Rp 99,88 miliar (HPS Rp 99,90 miliar). Diikuti oleh proyek serupa di wilayah BBWS Nusa Tenggara II (Paket 1) dengan pagu Rp 62,16 miliar, serta BBWS Bengawan Solo (Paket 2) senilai Rp 59,39 miliar.

Selain itu, terdapat paket lanjutan di BBWS Nusa Tenggara II (Paket 2) sebesar Rp 56,54 miliar dan BBWS Bengawan Solo (Paket 1) sebesar Rp 55,47 miliar. Proyek-proyek irigasi ini bertujuan memulihkan debit aliran air ke lahan sawah produktif guna menopang program swasembada pangan nasional.

Analisis Pemenang Terbesar Non-Tender: Rekam Jejak CV Sesean Jaya dan Gelora Selaras Ikhtiar

Pada kelompok pengadaan langsung skala reguler (di bawah Rp 400 juta), tercatat beberapa penyedia yang berhasil menuntaskan proses negosiasi harga dan memenangkan penunjukan paket:

Pemenang dengan nilai penawaran tertinggi pada klaster ini adalah CV SESEAN JAYA dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp 391,20 juta (dari pagu Rp 391,25 juta) untuk paket Pembangunan Drainase Kampung Waryesi (Mansoben) di wilayah Papua. CV Sesean Jaya merupakan kontraktor spesialis pekerjaan tanah dan drainase permukiman yang telah memiliki reputasi solid dalam menyelesaikan pekerjaan infrastruktur dasar di kawasan Indonesia Timur.

Pada sektor jasa event organizer dan konsultansi non-fisik, GELORA SELARAS IKHTIAR memenangkan paket Sosialisasi Optimalisasi Manajemen Talenta ASN KLH/BPLH Sebagai Garda Terdepan Penjaga Bumi pada Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai penawaran Rp 197,41 juta (dari pagu Rp 200,00 juta). Sementara pada sektor jalan lingkungan, CV. PUTERA MERATUS memenangkan paket Peningkatan Jalan RT. 03 RW. 01 Desa Mekarsari di Kabupaten Balangan dengan nilai Rp 184,87 juta.

Penyedia lainnya meliputi PT. Kita Mau Maju (Rp 135,00 juta) dan PT. KATRIMA KREASINDO UTAMA (Rp 114,94 juta) yang masing-masing memenangkan paket workshop identifikasi pemanfaatan ruang laut di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Strategi Kontraktor dan Vendor UMKK Memenangkan Paket Pengadaan Langsung

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang ingin menjadi rekanan terpercaya Pejabat Pengadaan (PPK/PP), langkah-langkah praktis berikut sangat dianjurkan:

1. Validasi Profil SIKaP LKPP: Pastikan status Nomor Induk Berusaha (NIB), Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP), dan rekening bank berstatus valid hijau di sistem informasi kinerja penyedia.

2. Kecepatan Respons Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH): Pejabat Pengadaan sering kali beroperasi dalam tenggat waktu yang ketat. Penyedia yang merespons SPPH dengan rincian analisa harga satuan yang wajar dalam hitungan jam memiliki peluang penunjukan yang jauh lebih besar.

3. Manfaatkan Pemantauan Non-Tender TenderID: Pantau pergerakan dinas yang paling aktif menerbitkan SPPH di wilayah Anda secara real-time melalui dashboard TenderID.

Kesimpulan

Aktivitas pengadaan langsung per 24 Agustus 2026 dengan total 2.017 paket dan nilai Rp 892,22 miliar memperlihatkan vitalitas belanja pemerintah dalam menggerakkan perekonomian sektor riil. Sinergi antara program rehabilitasi irigasi nasional dan proyek perbaikan fasilitas daerah menjadi peluang bisnis berkelanjutan bagi badan usaha kualifikasi kecil di seluruh Nusantara.

Ingin menang tender dengan data?

Dapatkan monitoring SIRUP & Tender real-time hanya di TenderID.

Cek Paket Langganan rocket_launch
Bagikan: